Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

12 Jenis Sayuran yang Mudah Ditanam di Rumah dan Cepat Panen

Betheng.comAda banyak manfaat yang bisa didapat dari berkebun sayuran di rumah. Selain gaya hidup sehat, berkebun juga bermanfaat bagi estetika rumah. Adanya tanaman di sekeliling rumah, akan memberikan kesan asri pada rumah. 


Bukan hanya berguna sebagai dekorasi rumah, tanaman dapat memberikan sirkulasi udara yang lebih segar pada rumah. Seperti yang Anda ketahui, tanaman dapat memproduksi oksigen yang baik untuk kesehatan pernapasan.



Memulai berkebun tidak harus memerlukan rumah yang luas. Rumah minimalis juga sudah bisa mengakomodir kegiatan berkebun di rumah. Manfaat berikutnya dari berkebun di rumah ternyata dapat menurunkan tingkat stress penghuni rumah. 


Berdasarkan penelitian yang dilansir dalam Kompas.com, berkebun dapat berdampak bagi kesehatan mental dan fisik. Hal ini dikarenakan stimulus saat Anda bersentuhan dengan tumbuhan atau tanah memberikan efek pereda stress. Selain itu, dengan berkebun, Anda juga dilatih kesabaran dan lebih menghargai sebuah proses.


Jenis Tanaman Sayuran yang Mudah dan Cepat Dipanen di Rumah

Jika Anda tertarik untuk memulai berkebun setelah mengetahui berbagai manfaat positifnya, tahap berikutnya adalah memilih jenis tanaman sayuran. Ada beragam jenis sayuran yang bisa dipilih, namun tidak semuanya mudah untuk ditanam maupun dipanen. Agar mempermudah Anda memilih tanaman sayuran yang cocok, dilansir dari Rumah.com kami telah memilih 12 jenis tanaman sayuran yang mudah untuk ditanam hingga dipanen. Berikut ini adalah daftarnya.


1. Bayam

Tanaman sayuran yang bisa Anda coba tanam di rumah adalah bayam. Sayuran bayam merupakan salah satu tanaman yang cocok ditanam di rumah. Hal ini dikarenakan proses penanaman dan pemeliharaannya yang tidak terlalu sulit.


Sebelum memulai menanam, hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah benih bayam, media tanam yaitu tanah yang sudah tercampur pupuk baik kompos maupun kandang, pot maupun polybag, dan air. Jika peralatan yang dibutuhkan telah lengkap, tahap pertama yang dilakukan adalah penyemaian benih.


Proses penyemaian benih dilakukan dengan meletakkan benih bayam pada media tanam. Berikan jarak antara sat benih ke benih yang lainnya agar tidak berkecambah secara bergerombol. Proses penyemaian ini berlangsung sekitar satu bulan. Setelah benih berkecambah, tahap berikutnya adalah memindahkannya ke media tanam dan pot yang lebih besar. Perlu diperhatikan, tanaman bayam ini akan tumbuh pada lingkungan yang lembab. Sehingga Anda perlu menjaga kelembaban dengan rutin menyirami tanaman bayam ini.


2. Terung/Terong

Terung ungu yang buahnya besar bisa ternyata bisa ditanam di media kecil seperti pot atau polybag. Satu polybag untuk satu bibit yang telah disemai terlebih dahulu. Setelah bibit dipindahkan dalam polybag, Anda harus tancapkan tongkat kayu/bambu sepanjang 5-10 cm untuk penyangga nantinya. Usahakan taruh pot di tempat yang sedikit teduh karena tanaman ini sensitif jika mendapat panas terlalu terik.


3. Tanaman Sayuran Cabai Rawit

Untuk menanam cabai rawit, Anda perlu ukuran pot minimum 5 liter. Sebenarnya cabai rawit bisa tumbuh ditanam di pot yang ukurannya lebih kecil, tapi hasilnya tidak akan maksimal. Anda bisa memilih pot plastik atau keramik yang memiliki lubang di bagian dasar untuk drainase. Siram secukupnya tiga kali sehari atau setiap hari saat kemarau. Jika ditanam pada tanah pekarangan jarak antar bibit 7-10 cm.



4. Tanaman Sayuran Tomat

Seperti sayuran lainnya, penanaman tomat dimulai dengan proses penyemaian benih. Benih tomat sebaiknya diletakkan pada media tanam tanah yang tidak terlalu padat. Anda bisa menggunakan campuran tanah, arang sekam, dan pupuk. Hal ini bertujuan untuk memperlancar aliran air pada tanah. Selain itu, perhatikan lokasi penanaman tanaman tomat dan pastikan mendapatkan cukup cahaya matahari secara langsung.


Menanam tanaman sayuran tomat dapat menggunakan media pot atau polybag. Saat menanam tomat secara berjajar, pastikan jarak tanamnya 5 cm. Hal ini dilakukan agar tomat tumbuh tidak bergerombol dan berhimpitan dengan batang lain yang dapat mengganggu pertumbuhan.


5. Tanaman Sayuran Kangkung

Sayuran kangkung merupakan salah satu sayuran yang dapat diolah menjadi sajian yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Proses penanaman tanaman sayuran kangkung terbilang cukup mudah. 


Jika media tanam sudah dipersiapkan, tempatkan benih kangkung pada lubang dengan kedalaman 5 cm. Buatlah jarak antar lubang sekitar 20 cm agar pertumbuhan tanaman sayuran kangkung tidak bergerombol. Anda bisa menaburkan hingga 5 benih kangkung dalam satu lubang. Proses selanjutnya adalah perawatan dengan penyiraman secara rutin.


6. Tanaman Sayuran Sawi

Menanam sawi relatif mudah. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pastikan tanaman harus berada di lahan terbuka. Jika daerah tanam cenderung dingin pastikan tanaman terkena sinar matahari langsung. Sebaliknya jika daerah tanam panas, letakkan tanaman di bawah pepohonan rindang atau area yang memiliki atap. Tanam benih ke tanah sedalam 1/2 inci dengan jarak 4 inci antar benih. Pastikan tanah tetap lembab merata dengan penyiraman ringan.



7. Tanaman Sayuran Daun Bawang

Daun bawang bisa tumbuh subur walau ditanam di lahan yang sempit. Cara menanamnya pun tak sulit. Satu polybag bisa untuk menanam maksimal dua batang. Anda bisa menanam dengan cara langsung dari benihnya (generatif) atau menyepih dari tanaman daun bawang yang sudah tumbuh (vegetatif).


Suhu ideal untuk pertumbuhan berkisar 19-24 C, tapi daun bawang masih bisa tumbuh di dataran rendah yang bersuhu panas. Dari karakternya, sangat cocok untuk kota seperti Jakarta. Selanjutnya tinggal disiram teratur 1-2 hari sekali. Tanaman ini tak membutuhkan kadar air yang banyak, tetapi tidak boleh kekurangan karena dapat mengganggu pertumbuhan.


8. Tanaman Sayuran Selada

Sebelum memulai menanam tanaman sayuran selada, beberapa proses yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit yang berkualitas, menyiapkan media pembibitan, proses penanaman dan perawatan.


Anda bisa menemukan bibit selada yang berkualitas di toko-toko tanaman dengan mudah. Selanjutnya untuk media pembibitan gunakan campuran sekam padi, pupuk kompos, dan tanah yang gembur. Setelah bibit selada berkecambah, pindahkan ke media tanam yang lebih luas dengan tanah yang gembur yang sebelumnya telah didiamkan selama 2 hari. Proses selanjutnya adalah merawat sayuran selada dengan menjaga media tanam tetap lembab.


9. Tanaman Sayuran Mentimun

Menanam tanaman sayuran mentimun dapat dilakukan di rumah dengan media tanam di pot. Prosesnya dimulai dengan penyemaian benih mentimun di polybag hingga tumbuh dan berdaun. Setelah itu Anda bisa memindahkan ke media tanam pada pot yang lebih besar dengan diameter lebar 40 cm. Media tanam yang digunakan adalah percampuran antara tanah dan kompos dengan komposisi 50:50. Setelah penanaman selesai, Anda bisa merawatnya dengan menyiramnya secara rutin.


10. Tanaman Sayuran Buncis

Proses penanaman tanaman sayuran buncis hampir sama dengan tanaman sayuran lainnya. Alat dan bahan yang diperlukan meliputi bibit buncis berkualitas, media tanam berupa tanah yang telah dicampur dengan kompos, dan yang terakhir adalah pot atau polybag.


Letakkan bibit buncis pada lubang di media tanam dalam kedalaman 2 cm. Anda dapat meletakkan hingga 3 biji dalam satu lubang. Bibit buncis akan mulai berkecambah setelah dua minggu. Buncis akan berbuah biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 hari.


11. Tanaman Sayuran Arugula

Tanaman arugala yang biasanya digunakan sebagai bahan salad, merupakan salah satu tanaman yang mudah ditanam di rumah. Proses penanaman arugala dimulai dengan menaburkan benih pada media tanam tanah yang rata dan halus, serta tidak terdapat kotoran. Setelah penanaman benih, pastikan tanaman tidak terkena cahaya langsung. Hal ini dikarenakan tanaman akan tumbuh mengikuti arah cahaya dan menempel ke media tanam.


Tanaman sayuran arugula tumbuh di media tanam yang lembab. Sehingga Anda perlu menjaga kelembabannya namun jangan terlalu memberi banyak air. Sayuran Arugula dapat dipanen setelah 10 hari penanaman, dan Anda bisa memetik 1,5 cm tanaman dari media tanam.


12. Tanaman Sayuran Wortel

Jika Anda berpikiran sayuran wortel hanya dapat tumbuh di dataran tinggi, maka persepsi Anda harus diubah. Memang sayuran wortel akan sangat ideal ditanam pada dataran tinggi, namun Anda juga bisa menanamnya walau berada di dataran rendah.


Syarat utama agar tanaman sayuran wortel dapat tumbuh dengan ideal adalah ditanam pada media tanam tanah yang subur. Anda bisa mencampurkan tanah dengan kompos, pasir halus, dan tanah merah dengan perbandingan 1:1. Ukuran pot juga akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Pilih pot yang memiliki kedalaman 30-40 cm agar pertumbuhan tanaman wortel lebih ideal.


Proses selanjutnya adalah proses penanaman. Letakan bibit sayuran wortel pada media tanam dengan jarak 3 cm. Letakkan bibit pada lubang dengan kedalaman 5 cm, dan tiap-tiap lubang dapat diisi 2 bibit wortel. Setelah proses penanaman selesai, siram secara teratur dan tempatkan pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung.


Sumber: https://www.rumah.com/panduan-properti/tanaman-sayuran-31526