Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengaku Fans Inter Milan, Kim Jong-un Siap Tembak Penggemar Juventus

Betheng.comSEBUAH fakta menarik terkuak dari sosok Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Ia dikabarkan merupakan seorang penggemar sepakbola, khususnya untuk klub Inter Milan.



Kabar kecintaan Kim Jong-un dengan Inter Milan disampaikan langsung oleh politisi asal Italia, yakni Antonio Razzi. Beberapa tahun lalu, Razzi menyampaikan bahwa Kim Jong-un merupakan seorang Interisti -sebutan penggemar Inter Milan.


Saking menyukainya dengan klub tersebut, Kim Jong-un kerap menyaksikan langsung pertandingan Inter Milan di Stadion San Siro. Hal itu dilakukan kala dia tengah mengemban ilmu di Kota Bern, Swiss.


Melihat kencintaan Kim Jong-un dengan Inter Milan, Razzi sendiri mengaku tak berani menyenggol sang pemimpin Korea Utara itu terlalu dalam. Sebab, Razzi diketahui merupakan seorang penggemar Juventus.


Razzi berkelakar dia mengaku khawatir akan ditembak jika membahas sepakbola terlalu dalam dengan Kim Jong-un dalam kondisi dirinya seorang fans Juventus, dia akan ditembak. Sebab, Juventus dan Inter sendiri dikenal merupakan klub dengan rivalitas kuat.


“Sebagai pemuda yang belajar di Bern, dia (Kim Jong-un) suka pergi ke Stadion San Siro untuk melihat laga Inter dan Milan. Dia benar-benar cukup menyukai sepakbola Italia dan mengapresiasi kemampuan permainan kami,” ujar Razzi, dikutip dari Tuttosport, Jumat (26/2/2021).


“Dia (Kim Jong-un) mendukung Inter. Saya lebih mendukung Juventus. Kami tak pernah membahas (sepakbola) karena rivalitas tinggi antara kedua tim, jadi saya tak mau membuat sebuah pertentangan,” lanjutnya.


“Saya berpikir dalam hati, jangan membahas Juventus dan Inter, atau dia bisa saja menembak Anda!” kelakar Razzi.


Selain Inter Milan, Kim Jong-un juga dikabarkan merupakan penggemar berat Manchester United. Hal itu tak terlepas dari permintaan Kim Jong-un untuk menyediakan siaran pertandingan Man United di Korut.


Biografi Kim Jong Un

Dilansir dari wikipedia, tidak ada biografi komprehensif Kim Jong-un yang dirilis hingga saat ini. Oleh sebab itu, informasi mengenai kehidupan awalnya hanya diketahui dari kesaksian para pembelot Korea Utara dan orang-orang yang mengaku pernah melihatnya berada di luar negeri, misalnya Swiss. Namun, beberapa informasi ini saling bertentangan dan kontradiktif, karena kakaknya, Kim Jong-chul, juga pernah bersekolah di Swiss pada periode yang sama. Meskipun demikian, terdapat beberapa kepastian mengenai kehidupan awal Kim Jong-un. Pemerintah Korea Utara menyatakan bahwa Kim lahir pada tanggal 8 Januari 1982, namun intelijen Korea Selatan meyakini bahwa ia lahir satu tahun kemudian. Dennis Rodman memastikan bahwa Kim Jong-un lahir pada tanggal 8 Januari 1983 setelah bertemu dengannya pada awal September 2013.


Menurut laporan yang dimuat dalam surat kabar Jepang, Kim pernah bersekolah di Bern, Swiss. Laporan pertama mengklaim bahwa ia bersekolah di Sekolah Internasional Bahasa Inggris swasta di Gümligen, di dekat Bern, dengan menggunakan nama "Chol-pak" atau "Pak-chol", dari tahun 1993 sampai 1998. Saat bersekolah di Swiss, ia digambarkan sebagai seorang siswa yang pemalu, baik, mudah bergaul dengan teman-temannya, dan menggemari bola basket. Ia juga selalu didampingi oleh seorang siswa yang lebih tua, yang diduga adalah pengawalnya.


Laporan berikutnya menyatakan bahwa Kim Jong-un melanjutkan pendidikannya ke sekolah Liebefeld Steinhölzli di Köniz dari tahun 1998 sampai 2000. Di sana, ia terdaftar dengan nama "Pak-un" atau "Un-pak" dan merupakan anak dari seorang pegawai Kedutaan Korea Utara di Swiss. Pihak Köniz mengakui bahwa memang ada seorang siswa asal Korea Utara anak pegawai kedutaan yang bersekolah di sana pada tahun 1998 sampai 2000, namun tidak bersedia memberikan rincian identitasnya. "Pak-un" awalnya mengikuti kelas khusus untuk anak-anak penutur bahasa asing, namun kemudian bergabung dengan kelas reguler sejak kelas 6, 7, 8, dan tamat setelah menyelesaikan kelas 9 pada musim gugur tahun 2000. Ia digambarkan sebagai seorang siswa yang ambisius, mudah bergaul, dan suka bermain basket. Meskipun demikian, rangking dan tingkat kehadirannya dilaporkan sangat buruk. Duta besar Korea Utara untuk Swiss, Ri Tcheul, sangat dekat dengan Pak-un dan bertindak sebagai mentornya. Salah seorang teman sekelas Pak-un mengungkapkan kepada wartawan bahwa Pak-un pernah berkata kepadanya bahwa dirinya adalah putra pemimpin Korea Utara. Menurut beberapa laporan, Pak-un digambarkan oleh teman-temannya sebagai anak pemalu yang canggung bila berhadapan dengan gadis-gadis dan bersikap acuh tak acuh terhadap isu-isu politik, namun memiliki kelebihan dalam bidang olahraga, terutama basket. Ia dikabarkan mengidolakan pemain NBA Michael Jordan. Salah seorang temannya mengaku bahwa ia diperlihatkan oleh Pak-un foto-fotonya sedang bersama pemain basket Kobe Bryant dan Toni Kukoč yang diambil di lokasi-lokasi yang tidak diketahui.


Pada bulan April 2012, terungkap bahwa Kim Jong-un telah menetap di Swiss sejak tahun 1991 atau 1992, lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Laboratorium Antropologi Anatomi Universitas Lyon, Prancis, telah memeriksa foto Pak-un saat bersekolah di Liebefeld Steinhölzli pada tahun 1999 dan membandingkannya dengan foto Kim Jong-un yang diambil pada tahun 2012. Pemeriksaan ini menunjukkan bahwa kedua foto tersebut memiliki kecocokan 95%. Raoul Perrot, seorang antropolog forensik yang juga menjabat sebagai kepala laboratorium, menyatakan bahwa objek kedua foto tersebut kemungkinan besar adalah orang yang sama.


Ada juga laporan yang meyakini bahwa anak yang bersekolah di Gümligen International School bukanlah Kim Jong-un, melainkan kakaknya, Kim Jong-chol. Tidak diketahui apakah siswa bernama Pak-un yang bersekolah di Liebefeld Steinhölzli telah tinggal di Swiss sebelum tahun 1998.[28] Semua anak-anak Kim Jong-il dikabarkan pernah tinggal di Swiss, begitu juga dengan istri dan dua putra termudanya, yang pernah menetap di Jenewa selama beberapa waktu. Keluarga Kim dilaporkan kerap menggelar pertemuan keluarga di Danau Jenewa dan Interlaken.


Sebagian besar pakar sepakat bahwa Kim Jong-un pernah berkuliah di Universitas Kim Il-sung, kampus pelatihan perwira terkemuka di Pyongyang, dari tahun 2002 hingga 2007.


Selama bertahun-tahun, hanya terdapat satu foto Kim Jong-un yang diketahui diambil di luar Korea Utara. Foto tersebut diduga diambil pada pertengahan 1990-an saat ia berusia 11 tahun.[30] Sesekali beredar foto lain yang diduga dirinya, namun sering diperdebatkan. Foto-foto Kim Jong-un baru dirilis kepada khalayak pada bulan Juni 2010, tak lama sebelum ia diserahi jabatan resmi dan diperkenalkan kepada rakyat Korea Utara. Sebagian besar foto tersebut diambil saat ia masih bersekolah di Swiss. Foto resmi pertama Kim Jong-un sebagai orang dewasa dirilis pada 30 September 2010, setelah konferensi partai yang mengukuhkannya sebagai anggota partai selesai digelar; dalam foto tersebut, ia duduk di barisan depan, berjarak dua tempat dari ayahnya. Perilisan foto ini diikuti oleh perilisan rekaman berita saat ia mengikuti konferensi.